Connect with us

Hukum & Kriminal

Polres Sampang Ringkus Bandar SS Kediri

Diterbitkan

||

Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo saat menunjukkan barang bukti pada press release di Mapolres Sampang. (zyn)
Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo saat menunjukkan barang bukti pada press release di Mapolres Sampang. (zyn)

Memontum Sampang – Kepolisian Resort (Polres) Sampang kembali ungkap dan menangkap pelaku pengedar narkoba. Kali ini Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sampang berhasil menangkap 5 tersangka yang kedapatan menguasai narkotika golongan 1 jenis Shabu-Shabu (SS).

Kapolres Sampang AKBP Didit BWS mengungkapkan, 3 tersangka yang berhasil ditangkap Satresnarkoba Polres Sampang merupakan warga Kediri. Ketiganya ditangkap di Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang saat dalam perjalanan menuju ke Kediri.

“Masing-masing memiliki peran, berdasarkan keterangan penyidik, NAY (29) sebagai driver, CA (25) sebagai rekan driver yang duduk di depan dan EHA (28) duduk di belakang,” ungkap Didit saat press release di Mapolres Sampang, Rabu (9/10/2019) pagi.

Dalam penangkapan tersebut, Satresnarkoba Polres Sampang berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 36,44 gram dari tangan pelaku.

“Saat dilakukan penangkapan, pelaku mencoba menghilangkan barang bukti dengan cara membuang melalui jendela mobil,” lanjut Didit.

Selain itu, Didit mengungkapkan, Satresnarkoba Polres Sampang berhasil menangkap 2 tersangka asal Ketapang yang ditangkap pada 8 Oktober 2019 sekitar pukul 17.00.

“Kedua pelaku ditangkap di rumahnya dan berhasil diamankan barang bukti sabu seberat 0,75 gram,” ungkapnya.

Didit menambahkan, kelima pelaku disangkakan dengan Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1, Subsider Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Narkotika Nomor 35 tahun 2009.

“Dipidana dengan penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda paling sedikit Rp 1 miliar dan denda paling banyak 10 miliar,” imbuhnya. (zyn/oso)

 

Hukum & Kriminal

Tega! Keponakan Pukuli Nenek di Madura, Gegara Tanah Warisan

Diterbitkan

||

Sumari (63) korban pemukulan keponakannya, berada di Puskesmas Robatal. (ist)
Sumari (63) korban pemukulan keponakannya, berada di Puskesmas Robatal. (ist)

Memontum Sampang – Sumari nenek berusia 63 tahun diduga menjadi korban penganiayaan keponakannya sendiri karena memperebutkan tanah warisan orang tuanya.

Warga Desa Tragih Kecamatan Robatal Kabupaten Sampang tersebut mengalami luka dilengannya dan mengalami pusing, sehingga saat ini dirawat di Puskesmas Robatal.

Kejadian pemukulan terhadap Sumari diungkapkan oleh anaknya Matkarim yang mengatakan, bahwa kejadian pemukulan tersebut terjadi di halaman rumahnya, Sabtu (15/2/2020) pagi, kemarin.

Menurutnya pada saat itu, Sumari didatangi 3 keponakan yang merupakan anak dari Mulyadi yakni Mina, Jumideh dan Mideh ke rumahnya sekitar 08.00.

“Yang melakukan pemukulan terhadap ibu saya adalah Mina, kemudian pada saat itu juga didampingi bapaknya yakni Mulyadi dengan membawa senjata tajam,” ungkap Matkarim kepada Memontum.com, Minggu (16/2/2020) siang

Matkarim menjelaskan bahwa ibunya dipukuli salah satu anak Mulyadi di badan bagian belakang, kemudian disusul dengan pukulan di bagian leher belakang yang membuatnya hendak tersungkur.

“Saat hendak tersungkur, Mina menambah dengan sebuah dorongan terhadap ibu saya, sehingga tersungkur ke tanah yang menyebabkan lengannya terluka,” jelasnya.

Diwaktu yang sama, Penasehat Hukum Sumari, Ach Bachri mengatakan, penyebab terjadinya pemukulan terhadap Sumari yaitu akibat tidak terimanya Mulyadi atas tanah warisan milik Alm Matsintet yang diwariskan kepada Sumari.

Sebelum meninggal, Alm Matsintet berwasiat, siapa yang merawatnya hingga meninggal, maka tanah dengan lebar 1 hektar tersebut adalah miliknya. Karena Sumari yang merawat Alm Matsintet, sehingga tanah tersebut jatuh kepada Sumari.

“Dulu Alm Matsintet menyampaikan kepada anak-anaknya tentang siapapun yang merawatnya hingga meninggal, maka akan diwariskan tanah dengan lebar 1 hektar itu,” jelasnya.

Ach Bachri menambahkan, Mulyadi tidak terima dengan tanah yang diwariskan kepada Sumari, Mulyadi mengaku jika tanah tersebut pernah digadaikan dan ditebus olehnya.

“Padahal yang menebus tanah itu adalah Alm Matsintet sendiri bukan Mulyadi, sehingga sampai saat ini Mulyadi terima,” imbuhnya.

Keluarga Sumari yakni Matkarim telah melaporkan kepada Polsek Robatal atas kejadian pemukulan tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui via telepon, Kapolsek Robatal Iptu Sunarno, membenarkan jika anak dari Sumari telah melakukan pelaporan terhadap pihaknya. Kini pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap Sumari yang diduga menjadi korban pemukulan.

“Kami akan melakukan pemeriksaan, tapi masih menunggu kondisi Sumari sembuh sebab saat ini dia mengeluh pusing. Rencana kami akan melakukan pemeriksaan hari Senin,” ujarnya. (zyn/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Polres Sampang Tangkap Bandar Sabu Banyuates, 16 Poket, 8,46 Gram

Diterbitkan

||

Supardi (tengah) tersangka pengedar sabu yang berhasil ditangkap Timsus Satresnarkoba Polres Sampang. (zyn)
Supardi (tengah) tersangka pengedar sabu yang berhasil ditangkap Timsus Satresnarkoba Polres Sampang. (zyn)

Memontum Sampang – Tim khusus (Timsus) Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sampang tangkap bandar sekaligus pengedar sabu yaitu Supardi (44) warga Dusun Peceng, Desa Trapang Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.

Kapolres Sampang AKBP Didit BWS mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan 16 paket sabu dengan akumulasi total kurang lebih 8,46 gram.

“Ini ada 16 buah paket dan timbangan. Ini pengedar dan bandar, tapi nanti kita cari ke kaki atasnya. Ini terakumulasi barang dengan total keseluruhan 8,46 gram,” ungkapnya.

Didit menuturkan, dari setiap penjualan, Tersangka meraup keuntungan Rp 400 ribu dan yang menjadi sasaran pembeli yaitu teman dan tetangganya.

“Barangnya dijual ke tetangga dan setiap penjualan mendapat keuntungan Rp 400 ribu,” tuturnya.

Lanjut Didit, Ia menjelaskan setelah dilakukan penyelidikan, Supardi ditangkap di rumahnya Dusun Peceng Desa Trapang Kecamatan Banyuates, Minggu (19/1/2020) sekitar pukul 18.00.

“Anggota Satresnarkoba Polres Sampang telah berhasil melakukan penangkapan terhadap seorang yang di duga melakukan tindak pidana Narkotika golongan 1 jenis sabu,” ucapnya.

Didit menambahkan, pasal yang disangkakan yakni Pasal 114 ayat 2 atau 1 subsider Pasal 112 ayat 2 atau 1 undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika

“Pelaku dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 milyar dan paling banyak 10 miliar,” imbuh Didit. (zyn/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Mantan Karyawan Curi Oepet 20 Slop

Diterbitkan

||

Wakapolres Sampang Kompol Muhammad Lutfi (tengah) bersama Kasatreskrim dan Kabagops dalam rilis pers Sabtu siang. (zyn)
Wakapolres Sampang Kompol Muhammad Lutfi (tengah) bersama Kasatreskrim dan Kabagops dalam rilis pers Sabtu siang. (zyn)

Memontum Sampang – Kepolisian Resort (Polres) Sampang tangkap Imam Mudin (31) dalam kasus pencurian dengan pemberatan yang mencuri rokok di gudang rokok Jalan Dipenogoro Kelurahan Banyuanyar Kecamatan/Kabupaten Sampang.

Imam Mudin (31), mantan karyawan rokok tempatnya bekerja sebagai sales rokok Oepet. Ia melancarkan aksinya pada Selasa (3/12/2019) pukul 08.00 dan baru diketahui Hasim karyawan gudang rokok pada Senin (9/12/2019) sekitar pukul 03.00.

Wakapolres Sampang Kompol Muhammad Lutfi mengatakan bahwa terdapat 20 slop rokok Oepet yang hilang dan jendela gudang yang dijebol oleh pelaku kondisinya rusak.

“Sebagian telah hilang sebanyak 20 slop rokok Oepet dan jendela kamar atau gudang tersebut rusak serta triplek tempat penutup jendela juga jebol dan rusak,” jelasnya kepada awak media saat press release di Mapolres Sampang, Sabtu (18/1/2020) siang.

Lebih lanjut, Lutfi sapaan akrabnya menjelaskan kronologi pencurian tersebut bahwa aksi yang dilakukan Imam terekam CCTV yang ada di gudang tersebut. Pelaku memanjat pagar depan gudang sambil menutupi wajahnya dengan sarung kotak-kotak.

“Kemudian Imam merusak atau mencongkel jendela dengan menggunakan obeng,” ungkapnya.

Lutfi mengatakan, Imam ditangkap di rumah sepupunya yang terletak di Jalan Merpati Kelurahan Gunung Sekar Kecamatan/Kabupaten Sampang, Rabu (15/1/2020) sekitar pukul 22.30.

“Pasal yang disangkakan yaitu pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke-5 KUHP, dengan Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 7 tahun,” katanya.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian materil sebesar Rp 4 juta. (zyn/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler