Connect with us

Hukum & Kriminal

Sengketa Tanah Pecaton Desa, Kades Anggap Ada Kesalahan Prosedur

Diterbitkan

||

Martuli (memegang berkas warna kuning) didampingi oleh kedua kuasa hukumnya saat melapor ke SPKT Polres Sampang. (zyn)

Memontum Sampang – Kepala Desa (Kades) Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Martuli melaporkan Mustofa yang pada saat itu menjabat sebagai caretaker Kades Desa Bira Tengah pada tahun 2004.

Laporan yang dilayangkan Martuli atas dugaan keterangan palsu yang dilakukan oleh Mustofa pada saat menjabat sebagai caretaker Kades Bira Tengah, yang mengatakan bahwa dirinya diperintah oleh Bupati Sampang yang pada saat itu dijabat oleh H Fadilah Budiono untuk melakukan tukar guling dengan masyarakat atas tanah milik desa seluas 2,8 hektar.

Martuli beranggapan bahwa apa yang dilakukan oleh Mustofa telah melanggar hukum dan tidak mendasar dan proses tukar guling tanah tersebut tidak sah.

“Mustofa pada saat itu ditugaskan untuk melaksanakan pemilihan kepala desa di Bira Tengah,” ungkapnya kepada wartawan usai melakukan laporan di SPKT Polres Sampang, Jumat (11/10/2019) sore.

Tanah yang saat ini menjadi tanah sengketa tersebut, dikelola oleh masyarakat Desa Bira Tengah yang kemudian hasilnya dijadikan sebagai pendapatan asli desa. Namun ada masyarakat yang merasa memiliki tanah tersebut atau yang telah melakukan tukar guling dengan Mustofa. Melaporkan Martuli karena dianggap melakukan penyerobotan tanah.

“Saya sekarang dilaporkan oleh orang yang mengaku memiliki tanah tersebut, padahal tanah itu merupakan tanah milik desa,” kata Martuli.

Kuasa Hukum Martuli, Dr Ahmad Rifai SH MHum mengatakan, apa yang telah diperbuat Mustofa telah melanggar ketentuan pasal 266 ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

“Barang siapa menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik mengenai sesuatu hal yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akta itu, dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai akta itu seolah-olah keterangannya sesuai dengan kebenaran,” jelasnya.

Ahmad Rifai menambahkan, jika terbukti melakukan keterangan palsu dan menimbulkan kerugian, Mustofa dapat diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.

“Jika pemakaian itu dapat menimbulkan kerugian, maka dapat dipidana penjara paling lama 7 tahun,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Subyantana saat mencoba dihubungi Memontum.com belum ada jawaban terkait laporan tersebut. (zyn/oso)

 

klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Kualat Tipu Kiai, Pemilik Biro Umroh di Sampang Masuk Bui

Diterbitkan

||

Kapolres Sampang AKBP Didit BWS saat menunjukkan barang bukti penipuan umroh di samping pelaku penipuan H Rasat (tengah). (zyn)
Kapolres Sampang AKBP Didit BWS saat menunjukkan barang bukti penipuan umroh di samping pelaku penipuan H Rasat (tengah). (zyn)

Memontum Sampang – H Rasat pemilik Biro Umroh PT Royal Mandiri di Sampang dipolisikan dan harus mendekam di jeruji besi. Ia ditahan karena telah melakukan penipuan dengan modus pemberangkatan umroh.

AKBP Didit BWS Kapolres Sampang mengungkapkan bahwa salah satu kiai di Sampang dijanjikan berangkat umroh ke tanah suci mekah dengan membayar uang sekitar Rp 40 juta. Namun, dalam kurun waktu 1 tahun tak kunjung diberangkatkan dan uang tidak dikembalikan.

“Korban terus meminta uangnya tapi tidak di respon. Jadi korban melaporkan pelaku ke pihak kepolisian,” ungkap Didit kepada wartawan, Jumat (1/11/2019) pagi.

Setelah mendapatkan laporan, Didit mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan terhadap pelaku.

“Pelaku kami tangkap di kantornya sendiri yang berada di Kelurahan Gunung Sekar tanpa perlawanan,” katanya.

Didit menghimbau kepada masyarakat Sampang apabila menemukan peristiwa yang sama agar melaporkannya kepada Satreskrim Polres Sampang.

“Untuk saat ini yang masuk ke kami sudah ada 3 pelaporan dengan kasus dan terlapornya orang yang sama. Nanti kami akan terus kembangkan,” tutupnya. (zyn/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Pembacok Munakib Sampang Bermotif Dendam Kesumat

Diterbitkan

||

SADIS : Joko (27) salah satu pelaku pembacokan di Desa Bunten Barat saat memperlihatkan mobil yang digunakan pelaku saat melancarkan aksinya. (zyn)
SADIS : Joko (27) salah satu pelaku pembacokan di Desa Bunten Barat saat memperlihatkan mobil yang digunakan pelaku saat melancarkan aksinya. (zyn)

Memontum Sampang – Kepolisian Resort (Polres) Sampang akhirnya menangkap pelaku pembacokan yang menewaskan, Munakib di Desa Bunten Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Namun masih 1 pelaku yang berhasil ditangkap dari 4 pelaku pembacokan.

Satu pelaku yang ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sampang yaitu Joko (27). Tersangka Joko diringkus petugas pada Minggu (25/9/2019) silam di Kecamatan Omben.

Kapolres Sampang, AKBP Didit BWS mengungkapkan bahwa modus pembunuhan tersebut karena rasa dendam yang disimpan selama puluhan tahun.

“Pelaku memiliki dendam kepada korban karena kakeknya dibunuh pada 20 tahun yang lalu sehingga ia membalas dengan nyawa dibalas nyawa,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (1/11/2019) pagi.

Kemudian Didit mengatakan, Satreskrim Polres Sampang juga mengamankan barang bukti berupa mobil Avanza yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya.

“Selain mengamankan mobil, kami juga mengamankan sebilah celurit yang digunakan untuk membunuh korban,” katanya.

Ia menambahkan, pelaku sebelumnya telah merencanakan dengan ketiga temannya dan pelaku dikenakan dengan pasal pembunuhan berencana.

“Sedangkan untuk pelaku saat ini persangkaan pasalnya 340, 338, 170 dimana ancaman kurungan kurang lebih 20 tahun,” imbuhnya. (zyn/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Residivis Sampang Jual Curian ke Luar Madura

Diterbitkan

||

Kapolres Sampang AKBP Didit BWS (kiri) saat memperlihatkan pelaku pencurian laptop dan handphone (zyn)
Kapolres Sampang AKBP Didit BWS (kiri) saat memperlihatkan pelaku pencurian laptop dan handphone (zyn)

Memontum Sampang – Abdul Azis (37) residivis pencurian berhasil dibekuk Kepolisian Resort (Polres) Sampang. Kali ini Azis mencuri laptop dan handphone di Dusun Sar Ganding, Desa Gersempal, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang.

Kapolres Sampang AKBP Didit BWS menjelaskan kronologi pencurian bahwa aksi dilakoni tersangka, Senin (29/7/2019) pukul 03.30. Pelaku memasuki rumah korban, kemudian mengambil sejumlah barang bukti diantaranya sebuah laptop Asus dan handphone Vivo.

“Jadi korban mengetahui setelah pelaku memasuki rumahnya yang sempat membuka salah satu ruangan kemudian mengambil sejumlah handphone dan laptop,” kata Didit saat press release di Mapolres Sampang, Jumat (1/11/2019) pagi.

Lebih lanjut, Didit mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mengembangkan track record tersangka yang sebelumnya pernah terlibat pencurian 2 sapi.

“Ia sudah melakukan pencurian berulang kali, pengakuannya hanya 4 kali,” tandasnya.

Didit menambahkan bahwa pelaku menjual hasil curiannya ke salah satu pembeli di luar daerah Madura.

“Hasilnya digunakan untuk senang-senang dan foya-foya,” imbuhnya. (zyn)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler