Connect with us

Hukum & Kriminal

Pelaku Curanmor Asal Bangkalan Dibekuk Jajaran Polres Sampang

Diterbitkan

||

RILIS PERS : Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo saat membacakan hasil penangkapan pelaku curanmor. (zyn)

Memontum Sampang – Satreskrim Polres Sampang bersama Satreskrim Polsek Torjun berhasil membekuk pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) asal Bangkalan yang beraksi di Masjid Assakinah, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang.

Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo mengungkapkan bahwa salah satu pelaku curanmor yang berhasil diamankan oleh anggotanya merupakan residivis atau pernah melakukan tindak pidana yang sama.

DUA : Kedua pelaku curanmor asal Bangkalan (menggunakan penutup kepala) yang berhasil dibekuk jajaran Polres Sampang. (zyn)

DUA : Kedua pelaku curanmor asal Bangkalan (menggunakan penutup kepala) yang berhasil dibekuk jajaran Polres Sampang. (zyn)

“Pelaku utama berinisial A (22) asal Bangkalan, yang kemudian dijual ke S (38) yang berperan sebagai penadah,” ungkap Didit BWS saat press release di Mapolres Sampang, Selasa (15/10/2019) siang.

“Setelah dikroscek pelaku residivis pernah dijebloskan jajaran Polrestabes Benowo dengan pidana penjara 1 tahun 7 Bulan dan di Polres Bangkalan 1 tahun,” lanjutnya.

Hasil dari penangkapan tersebut, Satreskrim Polres Sampang berhasil mengamankan barang bukti berupa kunci T yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya.

“Untuk kejadian sendiri 12 Oktober 2019 dan pelaku menggunakan sejumlah alat yaitu kunci T,” tutupnya. (zyn/oso)

 

klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Kualat Tipu Kiai, Pemilik Biro Umroh di Sampang Masuk Bui

Diterbitkan

||

Kapolres Sampang AKBP Didit BWS saat menunjukkan barang bukti penipuan umroh di samping pelaku penipuan H Rasat (tengah). (zyn)
Kapolres Sampang AKBP Didit BWS saat menunjukkan barang bukti penipuan umroh di samping pelaku penipuan H Rasat (tengah). (zyn)

Memontum Sampang – H Rasat pemilik Biro Umroh PT Royal Mandiri di Sampang dipolisikan dan harus mendekam di jeruji besi. Ia ditahan karena telah melakukan penipuan dengan modus pemberangkatan umroh.

AKBP Didit BWS Kapolres Sampang mengungkapkan bahwa salah satu kiai di Sampang dijanjikan berangkat umroh ke tanah suci mekah dengan membayar uang sekitar Rp 40 juta. Namun, dalam kurun waktu 1 tahun tak kunjung diberangkatkan dan uang tidak dikembalikan.

“Korban terus meminta uangnya tapi tidak di respon. Jadi korban melaporkan pelaku ke pihak kepolisian,” ungkap Didit kepada wartawan, Jumat (1/11/2019) pagi.

Setelah mendapatkan laporan, Didit mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan terhadap pelaku.

“Pelaku kami tangkap di kantornya sendiri yang berada di Kelurahan Gunung Sekar tanpa perlawanan,” katanya.

Didit menghimbau kepada masyarakat Sampang apabila menemukan peristiwa yang sama agar melaporkannya kepada Satreskrim Polres Sampang.

“Untuk saat ini yang masuk ke kami sudah ada 3 pelaporan dengan kasus dan terlapornya orang yang sama. Nanti kami akan terus kembangkan,” tutupnya. (zyn/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Pembacok Munakib Sampang Bermotif Dendam Kesumat

Diterbitkan

||

SADIS : Joko (27) salah satu pelaku pembacokan di Desa Bunten Barat saat memperlihatkan mobil yang digunakan pelaku saat melancarkan aksinya. (zyn)
SADIS : Joko (27) salah satu pelaku pembacokan di Desa Bunten Barat saat memperlihatkan mobil yang digunakan pelaku saat melancarkan aksinya. (zyn)

Memontum Sampang – Kepolisian Resort (Polres) Sampang akhirnya menangkap pelaku pembacokan yang menewaskan, Munakib di Desa Bunten Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Namun masih 1 pelaku yang berhasil ditangkap dari 4 pelaku pembacokan.

Satu pelaku yang ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sampang yaitu Joko (27). Tersangka Joko diringkus petugas pada Minggu (25/9/2019) silam di Kecamatan Omben.

Kapolres Sampang, AKBP Didit BWS mengungkapkan bahwa modus pembunuhan tersebut karena rasa dendam yang disimpan selama puluhan tahun.

“Pelaku memiliki dendam kepada korban karena kakeknya dibunuh pada 20 tahun yang lalu sehingga ia membalas dengan nyawa dibalas nyawa,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (1/11/2019) pagi.

Kemudian Didit mengatakan, Satreskrim Polres Sampang juga mengamankan barang bukti berupa mobil Avanza yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya.

“Selain mengamankan mobil, kami juga mengamankan sebilah celurit yang digunakan untuk membunuh korban,” katanya.

Ia menambahkan, pelaku sebelumnya telah merencanakan dengan ketiga temannya dan pelaku dikenakan dengan pasal pembunuhan berencana.

“Sedangkan untuk pelaku saat ini persangkaan pasalnya 340, 338, 170 dimana ancaman kurungan kurang lebih 20 tahun,” imbuhnya. (zyn/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Residivis Sampang Jual Curian ke Luar Madura

Diterbitkan

||

Kapolres Sampang AKBP Didit BWS (kiri) saat memperlihatkan pelaku pencurian laptop dan handphone (zyn)
Kapolres Sampang AKBP Didit BWS (kiri) saat memperlihatkan pelaku pencurian laptop dan handphone (zyn)

Memontum Sampang – Abdul Azis (37) residivis pencurian berhasil dibekuk Kepolisian Resort (Polres) Sampang. Kali ini Azis mencuri laptop dan handphone di Dusun Sar Ganding, Desa Gersempal, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang.

Kapolres Sampang AKBP Didit BWS menjelaskan kronologi pencurian bahwa aksi dilakoni tersangka, Senin (29/7/2019) pukul 03.30. Pelaku memasuki rumah korban, kemudian mengambil sejumlah barang bukti diantaranya sebuah laptop Asus dan handphone Vivo.

“Jadi korban mengetahui setelah pelaku memasuki rumahnya yang sempat membuka salah satu ruangan kemudian mengambil sejumlah handphone dan laptop,” kata Didit saat press release di Mapolres Sampang, Jumat (1/11/2019) pagi.

Lebih lanjut, Didit mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mengembangkan track record tersangka yang sebelumnya pernah terlibat pencurian 2 sapi.

“Ia sudah melakukan pencurian berulang kali, pengakuannya hanya 4 kali,” tandasnya.

Didit menambahkan bahwa pelaku menjual hasil curiannya ke salah satu pembeli di luar daerah Madura.

“Hasilnya digunakan untuk senang-senang dan foya-foya,” imbuhnya. (zyn)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler