Connect with us

Pemerintahan

Unik ! JJS di Sampang Kenakan Pakaian Adat Madura

Diterbitkan

||

Peserta JJS saat melintas di Jalan Wijaya Kusuma. (zyn)
Peserta JJS saat melintas di Jalan Wijaya Kusuma. (zyn)

Memontum Sampang – Dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Sampang ke-396, Pemerintah Kabupaten Sampang melalui Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) gelar Jalan Jalan Sehat (JJS) dengan mengenakan pakaian adat Madura, Jumat (8/11/2019) pagi.

Peserta JJS diikuti seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Sampang dan unsur pelajar. Sebelum diberangkatkan peserta JJS terlebih dahulu melaksanakan senam di Halaman Gor Wijaya Kusuma dengan diiringi lagu Madura yaitu Kembhang Malate Pote dan Wa’ronjengan, yang sudah diaransemen layaknya musik senam.

Peserta JJS saat senam di Halaman Gor Wijaya Kusuma (zyn)

Peserta JJS saat senam di Halaman Gor Wijaya Kusuma (zyn)

Plt. Kepala Disporabudpar Sampang Imam Sanusi melalui Kasi Olahraga Rekreasi Disporabudpar Sampang, Dina Andriana mengatakan, momen kegiatan JJS tersebut berkenaan dengan hari jadi Kabupaten Sampang yang ke-396.

“Jadi kegiatan ini dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Sampang ke-396, dengan melibatkan seluruh OPD di Sampang, kemudian peserta JJS diwajibkan mengenakan pakaian sakera untuk laki-laki dan pakaian marlena untuk perempuan,” katanya.

Saat disinggung apa tujuan dari penggunaan pakaian adat Madura dalam kegiatan JJS tersebut, Dina sapaan akrabnya mengatakan bahwa dalam berolahraga juga tidak meninggalkan seni dan budaya.

“Jadi meskipun berkebaya juga bisa melakukan olahraga. Ini olahraga rekreasi, jadi olahraga yang gembira,” ucapnya.

Dina menambahkan bahwa pelaksanaan JJS dengan menggunakan pakaian adat merupakan kegiatan yang baru dilaksanakan dan kemungkinan akan dilaksanakan setiap tahun.

“Tergantung respon dari masyarakat, karena kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan, bisa jadi tahun depan kami laksanakan kembali,” imbuhnya. (zyn/oso)

 

Pemerintahan

Bahas 7 Raperda, DPRD Sampang Bentuk 2 Pansus

Diterbitkan

||

Suasana rapat paripurna DPRD Kabupaten Sampang di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Sampang, Senin (3/2/2020) siang. (ist)
Suasana rapat paripurna DPRD Kabupaten Sampang di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Sampang, Senin (3/2/2020) siang. (ist)

Memontum Sampang – Guna memenuhi target Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tuntas pada tahun 2020. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang gelar rapat paripurna, Senin (3/2/2020) siang.

Bertempat di ruang rapat paripurna. Dalam rapat tersebut membahas mengenai Pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap 5 Raperda, jawaban Bupati terhadap pemandangan umum faksi-fraksi, pemandangan umum Bupati terhadap 2 Raperda inisiatif, jawaban pengusul atas 2 Raperda inisiatif, pengumuman dan penetapan Pansus I dan Pansus II Raperda.

Hadir dalam rapat tersebut, Pimpinan DPRD Kabupaten Sampang beserta anggota, Wakil Bupati Sampang H Abdullah Hidayat, Forkopimda Kabupaten Sampang dan Kepala OPD Kabupaten Sampang.

Ketua DPRD Kabupaten Sampang, Fadol mengatakan bahwa terhadap 2 Raperda inisiatif DPRD Kabupaten Sampang telah disampaikan kepada pemerintah Kabupaten Sampang dan sudah dipelajari, sehingga Wakil Bupati Sampang H Abdullah Hidayat yang mewakili Bupati Sampang membacakan langsung pemandangan umum terhadap 2 Raperda tersebut.

“Sebenarnya 2 raperda inisiatif telah disampaikan kepada pemerintah Kabupaten Sampang Jumat kemarin dan sudah dipelajari, sehingga Wakil Bupati Sampang membacakan langsung dalam rapat paripurna,” ujarnya.

Lanjut Fadol, Ia menjelaskan mengenai dibentuknya 2 Panitia Khusus (Pansus). Yang mana dalam pembentukan Pansus tersebut, karena terdapat 7 Raperda yang akan dibahas.

“Karena bahas 7 raperda, itu yang 5 dipansuskan, yang 2 di Bapemperdakan. Untuk Pansus I membahas 2, sedangkan Pansus 2 membahas 3 Raperda. Sisanya dibahas oleh Bapemperda,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat Pansus akan menentukan ketua dan wakil ketua Pansus. Sehingga diharapkan selanjutnya dapat melakukan pembahasan Raperda.

“Mereka akan melakukan rapat internal untuk menentukan ketua dan wakil ketua Pansus, yang selanjutnya akan membahas Raperda. Semoga bisa selesai sesuai target,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sampang H Abdullah Hidayat mengatakan, terhadap saran, himbauan dan pendapat yang disampaikan masing-masing fraksi DPRD Kabupaten Sampang akan diperhatikan sebagai wujud bentuk tanggung jawab dalam pelaksanaan pemerintah dan pembangunan di Sampang.

“Pada prinsipnya akan saya perhatikan sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam pelaksanaan pemerintah dan pembangunan di Kabupaten Sampang,” tandasnya. (zyn/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Antisipasi Virus Corona, Ini Upaya Dinkes Sampang

Diterbitkan

||

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang Agus Mulyadi. (zyn)
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang Agus Mulyadi. (zyn)

Memontum Sampang – Beberapa hari terakhir, virus Corona kini menjadi momok menakutkan bagi manusia di seluruh dunia, begitu pula di Indonesia khususnya di Kabupaten Sampang.

Virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok tersebut telah memakan puluhan jiwa. Dilansir dari gisanddata.maps.arcgis.com update 26 Januari 2020, sudah 80 jiwa meninggal akibat virus corona.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang membeberkan bahwa telah menerima surat edaran dari Kementerian Kesehatan sejak tanggal 7 Januari 2020, untuk mewaspadai virus corona dengan melakukan pencegahan.

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Sampang, Agus Mulyadi mengatakan virus corona berpeluang menyebar di daerah mana saja, salah satunya di Kabupaten Sampang. Maka dari itu, pihaknya melakukan pencegahan dini dengan melakukan sosialisasi di seluruh Puskesmas dan Pemerintahan di Sampang.

“Begitupun melakukan sosialisasi melalui media dan radio. Jika masyarakat sudah mengetahui tentang virus corona, masyarakat bisa mengtisipasinya masing-masing,” ujar Agus kepada Memontum.com, Senin (27/1/2020) pagi.

Lanjut Agus, ia menghimbau kepada masyarakat untuk mengetahui ciri-ciri dan dampak dari virus corona. Jika hal itu sudah diketahui oleh masyarakat, maka dapat mendatangi langsung Puskesmas terdekat untuk dideteksi.

“Adapun ciri-ciri dampak virus corona seperti demam, batuk dan sesak nafas, kemudian jika terdampak sebaiknya langsung ke puskesmas terdekat, agar kami bisa langsung mendeteksi,” himbaunya. (zyn/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Lantik 38 Kades Terpilih, Ini Pesan Bupati Sampang

Diterbitkan

||

Sejumlah 38 Kades terpilih saat mengambil sumpah jabatan pada pelantikan kepala desa di Pendopo Trunojoyo Sampang. (ist)
Sejumlah 38 Kades terpilih saat mengambil sumpah jabatan pada pelantikan kepala desa di Pendopo Trunojoyo Sampang. (ist)

Memontum Sampang – Sebanyak 38 Kepala Desa (Kades) terpilih yang dilaksanakan (21/11/2019) lalu. Kini resmi dilantik Bupati Sampang, H Slamet Junaidi di Pendopo Trunojoyo Sampang, Kamis (23/1/2020) pagi.

Prosesi pelantikan berjalan dengan khidmat yang dimulai dengan arak-arakan sepanjang 200 meter dan diiringi musik drum band, 38 Kades terpilih beserta istri maupun suami menuju Pendopo Trunojoyo Sampang.

Bupati dan Wakil Bupati Sampang beserta seluruh Kades saat melepas burung merpati usai pelantikan. (Humas Pemkab Sampang)

Bupati dan Wakil Bupati Sampang beserta seluruh Kades saat melepas burung merpati usai pelantikan. (Humas Pemkab Sampang)

Setibanya di Pendopo, 38 Kades terpilih dilantik dan disumpah sebagai Kades terpilih, yang kemudian diakhiri dengan pelepasan burung merpati di halaman Pendopo Trunojoyo Sampang.

Dalam pelantikan tersebut dihadiri Forkopimda Kabupaten Sampang, Anggota DPRD Kabupaten Sampang, Forkopimcam, tokoh ulama, tokoh masyarakat dan panitia pemilihan kepala desa (P2KD).

Bupati Sampang H Slamet Junaidi dalam sambutannya mengucapkan selamat atas dilantiknya 38 Kades terpilih. Namun Ia berpesan kedepan, Kades harus meniatkan diri untuk ibadah dan rasa memiliki terhadap desanya.

“Ke depan kades harus niatkan untuk ibadah, punya rasa memiliki terhadap desa masing-masing, tingkatkan gotong royong dan jaga keamanan desa,” pesannya.

Tak hanya itu, H Idi sapaan akrabnya mengatakan, agar Kades memilik inovasi atau program nyata yang bermanfaat bagi masyarakat desa. Sebab di desa ada dana desa yang harus dikelola dengan baik dan sesuai dengan peruntukannya.

“Kita perintahkan bahwa kita wajib membuat program-program nyata yang bermanfaat kepada masyarakat dan tidak membuat program yang asal-asalan,” himbaunya.

H Idi menambahkan, setiap Kades harus mempunyai pemikiran cemerlang untuk membangun desa yang mandiri dengan menggali potensi yang ada di Desa.

“Potensi-potensi yang ada di desa masing-masing di Sampang ini digali potensi yang ada, kalau memang ada sektor pariwisata nya kami siap membuat program kesana,” imbuhnya. (zyn/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler