Connect with us

Berita

Tidak Ada Pengamanan Khusus, Satlantas Polres Sampang Himbau Tidak Melakukan Konvoi

Diterbitkan

||

Kasatlantas Polres Sampang AKP Anita Kurdi. (zyn)
Kasatlantas Polres Sampang AKP Anita Kurdi. (zyn)

Memontum Sampang – Satuan lulu lintas (Satlantas) Polres Sampang tidak memberlakukan pengamanan lalu lintas secara khusus pada malam pergantian tahun baru di Sampang.

Hal itu disampaikan Kasatlantas Polres Sampang, AKP Anita Kurdi yang mengatakan bahwa tidak ada pengalihan arus. Pihaknya hanya melakukan pengamanan biasa untuk mengantisipasi adanya konvoi.

“Tidak ada pengalihan arus, cuma kita pengamanan biasa aja. Biasanya kan ada konvoi konvoi itu,” ujar Anita kepada Memontum.com, Selasa (31/12/2019) pagi.

Anita menghimbau agat tidak ada aktivitas konvoi pada malam pergantian tahun baru. Akan tetapi, pihaknya juga tidak melarang sepanjang tidak mengganggu arus lalu lintas.

“Kami harapkan tidak ada konvoi. Sepanjang tidak mengganggu arus lalu lintas tidak ada penindakan, kecuali knalpot brong kami tilang,” harapnya.

Kemudian, Anita menambahkan, pihaknya telah melakukan upaya penindakan terhadap pengguna kendaraan bermotor yang berknalpot brong.

“Kemarin-kemarin sudah kami lakukan upaya penindakan dan hasilnya agak lumayan,” imbuhnya.

Saat ditanya apakah akan dilakukan penyisiran pada malam pergantian tahun baru terhadap kendaraan yang berknalpot brong. Ia mengatakan tidak akan dilakukan penyisiran, tetapi yang kasat mata seperti halnya balap liar akan ditindak langsung.

“Untuk nanti malam tidak akan dilakukan penyisiran. Tapi yang kasat mata, seperti halnya balap liar tetap kita tindak langsung,” tutupnya. (zyn/oso)

 

Berita

Pasien ODP Asal Sampang Meninggal, Tak Sempat Cek Darah dan Rontgen

Diterbitkan

||

Pasien ODP Asal Sampang Meninggal, Tak Sempat Cek Darah dan Rontgen

Memontum Bangkalan – Salah satu warga Kecamatan Sreseh,Kabupaten Sampang yang baru saja pulang dari Jakarta mengalami penurunan kesadaran dan dirujuk ke RSUD Syamrabu,Bangkalan (20/3/2020). Pasien berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) mengalami kejang dan meninggal dunia saat akan menjalani pemeriksaan.

Menurut juru bicara Satgas penanganan virus Corona, Bangkalan, dokter Catur Budi Keswardiono mengatakan pasien meninggal saat petugas sedang menyiapkan Alat Pelindung Diri (ADP) dan hendak dibawa untuk foto rontgen.

“Untuk statusnya masih ODP. Sudah mau rontgen lalu pasien kejang dan meninggal dunia. Meninggal saat petugas masih menyiapkan APD,” terangnya.

Pasien yang baru pulang dari Jakarta itu mengalami penurunan kesehatan dan dibawa ke puskesmas Sreseh. Kemudian pihak puskesmas merujuk ke RSUD Syamrabu untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

“Tiba disini tadi kita lakukan upaya penanganan langsung ke ruang isolasi. Kondisi pasien sudah mengalami penurunan kesadaran,” ujarnya.

Namun pihaknya belum bisa mengindentifikasi penyakit yang dialami oleh pasien tersebut. Sebab, setelah tiba di rumah sakit, belum sempat menjalani pemeriksaan lanjutan dan pasien meninggal dunia.

“Baru hendak di rontgen, belum cek darah, belum ada foto thorax dan pemeriksaan lainnya. Jadi kami masih minim data untuk menyimpulkan penyakit pasien. Sesaknya juga belum tau penyebabnya apa,”imbuhnya.

Dikatakan, dalam penanganan pasien tersebut petugas diwajibkan menangani sesuai dengan prosedur yang ditetapkan,yakni dengan menggunakan APD lengkap. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi keteledoran penularan jika sewaktu-waktu hal terburuk terjadi.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Syamrabu, dr Nunuk Kristiani mengatakan tidak bisa memastikan pasien tersebut positif ataupun negatif. Sebab, sample darah pasien terbatas. Ia berharap, keluarga pasien melakukan pemeriksaan untuk mengetahui paparan dari pasien tersebut.

“Kita gak tau itu positif atau tidak, sebaiknya keluarga yang berinteraksi langsung dengan pasien memeriksakan diri. Dari situ bisa diketahui,” pungkasnya. (Isn/nhs/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Hujan Berangin Kencang, 5 Pohon di Madura Tumbang, Masyarakat Musti Waspada

Diterbitkan

||

Petugas bersama masyarakat saat mengevakuasi pohon tumbang di Jalan Raya Torjun. (zyn)
Petugas bersama masyarakat saat mengevakuasi pohon tumbang di Jalan Raya Torjun. (zyn)

Memontum Sampang – Hujan disertai angin kencang terjadi di Kabupaten Sampang, Minggu (5/1/2020) siang. Akibatnya banyak pohon tumbang yang menimpa rumah hingga ke jalan raya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, 2 rumah yang tertimpa pohon terletak di Jalan Pahlawan dan Jalan Kenari Kecamatan Sampang.

Petugas saat mengevakuasi pohon tumbang di Taman Wijaya Kusuma. (zyn)

Petugas saat mengevakuasi pohon tumbang di Taman Wijaya Kusuma. (zyn)

Sedangkan untuk pohon tumbang yang menutupi jalan raya terjadi di Jalan Raya Torjun Kecamatan Torjun, Jalan Raya Panggung, Jalan Raya Baruh dan Jalan Raya Imam Bonjol Kecamatan Sampang. Pohon tumbang juga terjadi di Taman Wijaya Kusuma.

Kepala BPBD Kabupaten Sampang Anang Djonaedi mengatakan, pihaknya telah mengevakuasi 5 titik pohon tumbang yang melintang ke jalan raya dengan jumlah personil 25 orang dibantu oleh Polres Sampang, Kodim 0828/Sampang, Satpol PP Sampang, DLH Sampang dan Linmas.

“Jam 14.00 sampai jam 17.00 kami mengevakuasi 5 titik pohon tumbang yang melintang ke jalan raya, itu yang kita prioritaskan biar arus lalu lintas bisa menjadi lancar,” ucap Anang kepada Memontum.com.

Anang menuturkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya saja kerusakan rumah. Untuk kerugian materil pihaknya belum mengetahui kerugian materil atas perisitiwa tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan rumah, untuk kerugian materil belum dihitung,” tuturnya.

Saat ditanya mengenai hujan disertai angin kencang yang terjadi di Sampang, Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yaitu ada arus angin dari lautan Cina yang bergeser ke Indonesia dan diprediksi selama 7 hari kedepan.

“Kalau informasi dari BMKG memang ada arus angin dari lautan Cina yang bergeser ke Indonesia dan prediksi BMKG hujan disertai angin kencang ini akan terjadi selama 7 hari kedepan. Mudah-mudahan Sampang tidak terjadi lagi,” harapnya.

Kemudian, Anang menghimbau kepada masyarakat agar waspada apabila terjadi angin kencang. Jauhi dan jangan berteduh di pohon saat terjadi angin kencang.

Kita meminta masyarakat untuk mewaspadai pada saat hujan dan angin kencang jangan berteduh dibawah pohon, mencari aja di daerah dekat rumah yang penting jangan di bawah pohon,” himbaunya. (zyn/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Jaka Jatim Luruk Mapolres Sampang, Ini Tanggapan Kapolres

Diterbitkan

||

Para demonstran saat melakukan aksi di depan Mapolres Sampang. (zyn)
Para demonstran saat melakukan aksi di depan Mapolres Sampang. (zyn)

Memontum Sampang – Massa yang mengatasnamakan diri LSM Jaka Jatim meluruk Mapolres Sampang, Senin (16/12/2019) pagi. Ratusan orang berjalan kaki dari Jalan Wijaya Kusuma, para demonstran sembari membentangkan sejumlah poster bernada protes.

Kordinator Aksi, Sidik menjelaskan tujuan dari aksi tersebut yaitu menuntut ketegasan Polres dalam menangani kasus yang tak kunjung terselesaikan diantaranya kasus Hak Asasi Manusia (HAM), Kriminal, dan Korupsi.

Kapolres Sampang AKBP Didit BWS saat menemui demonstran (zyn)

Kapolres Sampang AKBP Didit BWS saat menemui demonstran (zyn)

“Kami menuntut penyelesaian kasus yang terjadi di wilayah Mapolres Sampang, seperti Hak Asasi Manusi (HAM) diantaranya, Kasus pembunuhan kiai Idris di Kecamatan Banyuates, Kasus Pembunuhan Busidin di Kecamatan Sokobanah dan pengungkapan pelaku utama pembunuhan Sahral di Kecamatan Sokobanah,” ujarnya.

“Kemudian, kasus korupsi diantaranya ambruknya Puskesmas Torjun, Kongkalikong Pembuatan SIM dan Pembiaran terhadap galian C ilegal. Begitupun dengan Kasus Kriminal, yang terdiri dari tebang pilih kasus sajam yang terjadi saat Pilkades serta pemilik senjata api (Senpi) yang masih belum tertangkap pemiliknya dan tentang Standart Operasional Proser (SOP) penanganan kasus pembunuhan,” lanjutnya.

Sidik menambahkan, bahwa catatan merah yang menjadi tuntutannya merupakan perilaku menyimpang dari Polres Sampang atas fungsinya sebagai penegak hukum dan pengayom masyarakat.

“Kami minta Polres Sampang betul-betul jadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” tutupnya.

Terhadap tuntutan yang disuarakan demonstran, Kapolres Sampang AKBP Didit BWS menanggapi atas tuntunan yang diminta oleh demonstran dengan menemui langsung para demonstran di depan Mapolres Sampang.

“Kami sudah melakukan upaya dalam mengamankan Pilkades dengan mengamankan sejumlah sajam, saya babat habis pembawa sajam dan tidak ada kata diskriminasi dalam penanganan kasus tersebut,” ujarnya.

Begitupula dalam kasus narkoba, pihaknya berjanji akan babat habis peredaran narkoba di wilayah hukum kerjanya.

“Saya sudah bilang ke anak buah saya, jika disana ada bandar saya akan langsung pimpin untuk menangkap bandar tersebut,” ucapnya.

Terkait kongkalikong pembuatan SIM, Didit meminta agar masyarakat melaporkan apabila merasa dirugikan dalam pembuatan SIM.

“Jika masyarakat merasa dirugikan dalam proses pembuatan SIM silahkan melaporkan kepada saya,” pungkasnya.

Kemudian, Didit menambahkan kelanjutan pemilik senpi yang belum tertangkap hingga detik ini.

“Sajam semuanya saya amankan dan komitmen saya selanjutnya saya akan tabrak yang membawa senpi itu, saya akan cari selama saya jadi Kapolres Sampang,” imbuhnya. (zyn/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler